Jumat, 12 Desember 2014

Angket kelompok 26...


Daftar Susunan Acara Kegiatan TeSIS SMAN 8 Jakarta

Daftar Susunan Acara
Kegiatan TeSIS SMAN 8 Jakarta
13 s.d. 16 Desember 2014
Desa Sukaruas, Kecamatan Rajapolah,
Kabupaten Tasikmalaya

Jawa Barat







Minggu, 16 Desember 2012

Rekapitulasi Hasil Paparan Data Penelitian TeSIS 2012


Berikut ini Jawara TeSIS 2012 Versi Paparan


Rabu, 12 Desember 2012

Daftar Kelompok yang telah mengirimkan angket dan telah saya periksa dan disetujui

Terima kasih kepada kelompok yang tertera di bawah ini,.. diskusi dan menentukan jenis dan isi angketnya,.. semoga makin memudahkan kalian dalam melaksanankan penelitian TeSIS 2012 kali ini.

Kelompok 32
Kelompok 37
Kelompok 27
Kelompok 14
Kelompok 36
Kelompok 24
Kelompok 3
Kelompok 25
Kelompok 41
Kelompok 29
Kelompok 39

Selasa, 11 Desember 2012

Sharing angket kalian

Saya dan miss rosi masih menerima angket kalian yang mungkin perlu untuk didiskusikan... mau di posting di bagian komen atau ke email: wangsajaya@gmail.com

METODE DAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA


METODE DAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA

1. Kuesioner/Angket Responden (mhs, petani, pejabat, dsb)
2 Interview / Wawancara Pedoman Wawancara Responden (mhs, petani, pejabat, dsb)
3 Observasi Panduan Observasi Benda, kondisi, situasi, proses, perilaku
4 Studi Dokumen Form Pencatat Dokumen Catatan resmi, dokumen, UU, Putusan hakim, buku, jurnal, dsb


Metode Pengumpulan Data (Sutrisno Hadi, 1998: 67) :
* Angket, yaitu pengumpulan data melalui daftar pertanyaan
* Interview, yaitu pengumpulan data yang bercakap-cakap dengan sumber data baik langsung maupun tidak langsung
* Observasi, yaitu pengumpulan data dengan cara mengamati kegiatan tertentu
* Test, yaitu pengumpulan data yang bersifat potensial
* Eksperimen, yaitu pengumpulan data yang memakai cara dengan mengadakan suatu percobaan terhadap sesuatu hal
* Dokumenter, yaitu pengumpulan data dengan mengambil data yang sudah tercatat dalam dokumen

KUESIONER (ANGKET)
Pengertian
* Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang diketahui”. Suharsimi Arikunto (1999:140
* Kuesioner dipakai untuk menyebutkan metode maupun instrumen. Jadi dalam menggunakan metode angket atau kuesioner instrumen yang dipakai adalah angket atau kuesioner.

Jenis kuesioner dapat dibeda-bedakan dari berbagai sudut pandang :

Dipandang dari cara menjawabnya, maka ada:

* Kuesioner terbuka, yang memberi kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimat sendiri.
* Kuesioner tertutup, yang sudah disediakan jawabanya sehingga responden tinggal memilih.

Dipandang dari jawaban yang diberikan ada:

* Kuesioner langsung, yaitu responden menjawab tentang dirinya
* Kuesioner tidak langsung, yaitu jika responden menjawab tentang orang lain

Dipandang dari bentuknya maka ada:
* Kuesioner pilihan ganda, yang dimaksud adalah sama dengan kuesionr tertutup.
* Kuesioner isian yang dimaksud adalah kuesioner terbuka.
* Chek list sebuah daftar dimana responden tinggal membubuhkan tanda chek pada kolom yang sesuai.
* Rating scale (skala bertingkat) yaitu sebuah pertanyaan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukan tingkatan-tingkatan.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN KUESIONER
Kelebihan kuesioner sebagai berikut:
* Tidak memerlukan hadirnya peneliti.
* Dapat dibagikan secara serentak kepada responden.
* Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing menurut waktu senggang responden.
* Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas, jujur dan tidak malu-malu menjawab.
* Dapat dibuat berstandar sehingga semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama.

Kelemahan kuesioner adalah sebagai berikut:
* Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak terjawab, padahal sukar diulangi diberikan kembali padanya.
* Seringkali sukar dicari validitasnya
* Walaupun dibuat anonim, kadang-kadang responden sengaja memberikan jawaban yang tidak betul atau tidak jujur
* Angket yang dikirim lewat pos pengembaliannya sangat rendah, hanya sekitar 20%. Seringkali tidak dikembalikan tertutama jika dikirim lewat pos menurut penelitian
* Waktu pengembaliannya tidak sama-sama, bahkan kadang-kadang ada yang terlalu lama sehingga terlambat

Langkah Menyusun Angket
* Menyusun matrik spesifik data
* Menyusun angket
* Try out (uji coba angket)
* Revisi angket
* Memperbanyak angket

Ad, 1 Menyusun matrik spesifik data
* Matrik spesifik data berguna untuk melihat atau memperjelas permasalahan yang akan dituangkan di dalam angket, antara lain konsep-konsep yang diteliti, variabel-variabel apa saja yang perlu diukur dan diidentifikasi
* Batas konsep yang akan diteliti
* Variabel-variabel yang perlu diidentifikasi dan diukur yaitu Variabel bebas dan variabel terikat

Ad. 2. Menyusun angket
* Kisi-kisi instrumen : berisi tentang konsep yang dijabarkan dalam variabel-variabel, indikator-indikator yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Masing-masing indikator selanjutnya dijadikan pedoman dalam menyusun angket.
* Item angket : item-item angket sebagai alat ukur didasarkan atas kisi-kisi angket yang telah dibuat sebelumnya.
* Setelah indikator-indikator ditetapkan kemudian dituangkan ke dalam item-item angket yang disusun sesuai tujuan penelitian.

Ad. 3 Try Out (uji coba) angket
* Sebelum penggunaan yang sebenarnya sangat mutlak adanya uji coba terhadap isi maupun bahasa redaksi dari angket yang telah selesai disusun.

Tujuan diadakan try out ini adalah sebagai berikut (Sutrisno Hadi, 1998: 166) :
* Untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas maksudnya.
* Untuk meniadakan penggunaan kata-kata yang terlalu asing, terlalu akademik, atau kata-kata yang menimbulkan kecurigaan.
* Untuk memperbaiki pertanyaan-pertanyaan yang biasa dilewati atau hanya menimbulkan jawaban-jawaban yang dangkal.
* Untuk menambah item yang sangat perlu atau meniadakan item yang ternyata tidak relevan dengan tujuan penelitian.
* Melalui try out ini angket juga diuji validitas dan rehabilitasnya. Instrumen yang baik mempunyai validitas dan rehabilitas yang tinggi.

Ad. 4. Revisi angket
* Hasil uji coba angket dijadikan dasar untuk merevisi angket. Revisi angket dilakukan dengan jalan menghilangkan item-item pertanyaan yang tidak valid selama masih ada item yang mewakili.

ad. 5 Memperbanyak angket
* Setelah angket direvisi maka langkah selanjutnya adalah memperbanyak angket yang telah direvisi tersebut sesuai dengan jumlah yang dikehendaki, juga perlu diperhitungkan kemungkinan tak kembalinya angket.

INTERVIEW ATAU WAWANCARA
* Interview adalah usaha mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk-dijawab secara lisan pula. Cin utama dari interview adalah kontak langsung dengan tatap muka (face to face relationship) antara si pencari informasi (interviewer atau information hunter) dengan sumber informasi (interviewee) (Hadari Nawawi, 1995: 124).
* Interview adalah “sebuah dialog (interview) yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewee)” (Suharsimi Arikunto, 1999: 149).

Jenis Interview
* Interview bebas, yaitu pewawancara bebas menanyakan apa saja, tetapi juga mengingat akan data apa yang akan dikumpulkan
* Interview terpimpin, yaitu interview yang dilakukan oleh pewawancara dengan membawa sederetan pertanyaan lengkap dan terperinci
* Interview bebas terpimpin, yaitu kombinasi antara interview bebas dan interview terpimpin

Observasi
Pengertian
* Penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan terhadap obyek baik secara langsung maupun tidak langsung disebut pengamatan atau observasi"(Mohamad Ali, 1995 : 91).
* Pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomena-fenomena yang diselidiki” (Sutrisno Hadi, 1998: 136).
* Teknik atau cara ini banyak digunakan baik dalam penelitian sejarah, deskriptif ataupun eksperimental, karena dengan pengamatan memungkinkan gejala-gejala penelitian dapat diamati dari dekat.

Jenis observasi dibagi dua yaitu:
* Observasi langsung merupakan pengamatan terhadap perilaku dan kondisi lingkungan yang tersedia di lokasi penelitian untuk diteliti. Dalam penelitian ini peneliti bersifat pasif sebagai pengamat.
* Observasi berperan merupakan pengamatan dengan cara khusus dimana peneliti tidak bersifat pasif sebagai pengamat namun memainkan peran yang mungkin dalam berbagai situasi bahkan berperan menggairahkan peristiwa yang sedang dipelajari.

Kelebihan dan Kelemahan Observasi
Kelebihan :
* Derajat kepercayaan tinggi
* Konteks sosial yang diamati belum dipengaruhi faktor lain (natural)
* Tidak terbatas hanya pada manusia
* Dapat menggunakan alat bantu

Kelemahan :
* Memerlukan waktu yang lama
* Kurang efektif mengamati gejala pada individu seperti sikap, motivasi, pandangan dan sebagainya
* Tidak dapat mengamati gejala yang peka / rahasia
* Tidak dapat mengamati gejala masa lampau.

Studi Dokumen (Pustaka)
Proses pengumpulan data :
* Menentukan bahan hukum yang dicari
* Mencari sumber bahan hukum (data sekunder) yang diperlukan
* Melakukan content identification (dengan mempelajari substansi)
* Mencatat data/bahan hukum dalam form pencatat dokumen
* Mengklasifikasi data dalam form pencatat sesuai permasalahan yang diteliti.

sumber : hukum.uns.ac.id

JUDUL PER 11 DES 2012 PUKUL 19.46



DAFTAR JUDUL TeSIS 201
TAMBAK MEKAR SUBANG JAWA BARAT
revisi per 11 desember 2012

1.           KELOMPOK 01 : "GAMBARAN UMUM JENIS JENIS PAKAN TERNAK SAPI DAN KAMBING DI DESA TAMBAK MEKAR"
2.           KELOMPOK  02 :...................................................................
3.           KELOMPOK 03 : PENGARUH BERDIRINYA PABRIK AQUA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT DESA TAMBAK MEKAR
4.           KELOMPOK 04 : "PENGARUH TEKNOLOGI PAKAN SAPI TANPA RUMPUT TERHADAP PRODUK SUSU SAPI DI DESA TAMBAK MEKAR"
5.           KELOMPOK 05 : " HUBUNGAN PANDANGAN UMUM MASYARAKAT DESA TAMBAK MEKAR TENTANG TARAF HIDUP DI JAKARTA DENGAN MINAT URBANISASI:
6.           KELOMPOK 06 : "GAMBARAN UMUM TINGKAT KESEJAHTERAAN PARA PEKERJA HOME INDUSTRI"
7.           KELOMPOK 07 : " GAMBARAN ORIENTASI MASA DEPAN REMAJA DESA TAMBAK MEKAR"
8.           KELOMPOK 08 : "HUBUNGAN MOTIVASI ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANAK"
9.           KELOMPOK 09 : " GAMBARAN TINGKAT KEBERSIHAN JAJANAN ANAK DI DESA TAMBAK MEKAR"
10.       KELOMPOK 10 : Gambaran Komunikasi Interpersonal Remaja di Desa Tambak Meka
11.       KELOMPOK 11 : "PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN TERHADAP ORIENTASI MASA DEPAN PEMUDA DESA TAMBAK MEKAR:
12.       KELOMPOK 12 : “HUBUNGAN ANTARA PEKERJAAN ORANGTUA TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK SULUNGNYA DI DESA TAMBAK MEKAR”
13.       KELOMPOK 13 : "GAMBARAN KONSUMSI SUSU SAPI PADA MASYARAKAT DESA TAMBAK MEKAR"
14.       KELOMPOK 14 : "OBSERVASI KUALITAS AIR"
15.       KELOMPOK 15 : "GAMBARAN  penggunanan TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI remaja di desa tambak mekar subang jawa barat"
16.       KELOMPOK 16 : "GAMBARAN USAHA KECIL MENENGAH DAN KOPERASI DI DESA TAMBAK MEKAR"
17.       KELOMPOK 17 : " PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP TREN FASHION REMAJA DESA TAMBAK MEKAR"
18.       KELOMPOK 18 : "HUBUNGAN KULTIVASI NANAS DI DESA TAMBAK MEKAR DENGAN KUALITAS NANAS"
19.       KELOMPOK 19 : “GAMBARAN POLA PIKIR REMAJA TAMBAK MEKAR TERHADAP KEHIDUPAN DI KOTA BEASAR"
20.       KELOMPOK 20 : "hub ungan school well-being dengan study habits siswa smait as-syifa desa tambak mekar, subang jawa barat"
21.       KELOMPOK 21 : PENGARUH PRODUKSI NANAS TERHADAP PEREKONOMIAN DESA TAMBAK MEKAR
22.       KELOMPOK 22 : Gambaran pengolahan nanas sebagai industri makanan di Desa Tambak Mekar, Subang, Jawa Barat
23.       KELOMPOK 23 : PENGARUH KOMPOSISI DAN FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN SAPI PERAH TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS SUSU SAPI DI DESA TAMBAK MEKAR SUBANG JAWA BARAT
24.       KELOMPOK 24 : .”GAMBARAN GAYA BELAJAR SMP IT AS-SYIFA BOARDING SCHOOL SUBANG”
25.       KELOMPOK 25 : "HUBUNGAN ANTARA PARENT ATTACHMENT DENGAN KEMATANGAN KARIR SISWA SMA  PESANTREN ASY SYIFA"
26.       KELOMPOK 26 : "GAMBARAN TINGKAT KESADARAN POLITIK SISWA KELAS 3 SMA ASY-SYIFA BOARDING SCHOOL, SUBANG, JAWA BARAT"
27.       KELOMPOK 27 : "GAMBARAN PERSPEKTIF MASYARAKAT DESA TAMBAK MEKAR TERHADAP ARTIS YANG MENCALONKAN DIRI PADA PILGUB JAWA BARAT 2013
28.       KELOMPOK 28 : " GAMBARAN PENGGUNAAN JEJARING SOSIAL DI KALANGAN REMAJA DESA TAMBAK MEKAR "
29.       KELOMPOK 29 : " GAMBARAN TINGKAT KECANDUAN INTERNET GAME ONLINE PADA REMAJA DI DESA TAMBAK MEKAR "
30.       KELOMPOK 30 : " GAMBARAN PENGGUNAAN BAHASA SUNDA DALAM KE HIDUPAN MASYARAKAT DESA TAMBAK MEKAR"
31.       KELOMPOK 31 : " GAMBARAN APLIKASI DEMOKRASI PADA MASYARAKAT DESA TAMBAK MEKAR "
32.       KELOMPOK 32 : "GAMBARAN PERILAKU KELUARGA SADAR GIZI DI DESA TAMBAK MEKAR"
33.       KELOMPOK 33 : "HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KETERGANTUNGAN MASYARAKAT DENGAN MANAJEMEN ANGGARAN RUMAH TANGGA DESA TAMBAK MEKAR"
34.       KELOMPOK 34 : " GAMBARAN KEBERHASILAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI DESA TAMBAK MEKAR"
35.       KELOMPOK 35 : "DAMPAK PERKEBUNAN NANAS TERHADAP FUNDAMENTAL EKONOMI MASYRAKAT TAMBAK MEKAR "
36.       KELOMPOK 36 : “MOBILITAS SOSIAL ANTARGENERASI BERDASARKAN MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT DESA TAMBAK MEKAR
37.       KELOMPOK 37 : " PERBANDINGAN PEMAKAIAN OBAT TRADISIONAL DENGAN OBAT MODEREN DALAM MENGATASI PENYAKIT RINGAN DI DESA TAMBAK MEKAR"
38.       KELOMPOK 38 : "HUBUNGAN MATA PENCAHARIAN TERHADAP TARAF HIDUP MASYARAKAT DESA TAMBAK MEKAR"
39.       KELOMPOK 39 : "HUBUNGAN ANTARA JENIS POLA ASUH ORANGTUA DENGAN PEMBENTUKAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA DI DESA TAMBAK MEKAR, SUBANG, JAWA BARAT"
40.       KELOMPOK 40 : "HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI SISWA" XI SCI A
41.       KELOMPOK 41 : "Gambaran tentang kesadaran politik masyarakat Desa Tambak Mekar menjelang pemilihan gubernur Jawa Barat 2013"
42.       KELOMPOK 42 : "Gambaran Penggunaan Bahasa Inggris dalam Kehidupan Sehari-hari di Tingkat SMA Desa Tambak Mekar, Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang Jawa Barat
43.       KELOMPOK 43 : "ANALISA PERMAINAN TRADISIONAL YANG MASIH DIMAINKAN OLEH ANAK-ANAK"
44.       KELOMPOK 44 : "PENGARUH LINGKUNGAN PERGAULAN TERHADAP MINAT REMAJA SETELAH MENYELESAIKAN JENJANG PENDIDIKAN SMA"